Tampilkan postingan dengan label AL ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AL ISLAM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2009

TANAH PALESTINA MILIK ISRAEL?

. Rabu, 15 April 2009 .

TANAH PALESTINA MILIK ISRAEL?




Beberapa waktu yang lalu, seorang kawan bertanya kepada saya, sebenarnya bagaimana klaim orang Israel atas tanah Palestina itu? Apakah benar bahwa bangsa Yahudi itu memang berhak atas tanah itu? Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tanah Palestina (Al Quds) merupakan tanah suci bagi 3 agama yaitu Islam, Yahudi dan Kristen.


Untuk sampai ke sana, ada baiknya kita melihat cikal bakal bangsa Yahudi dan sejarah berdirinya Palestina. Sejarah mencatat, yang pertama kali membangun kota Al-Quds (Yerusalem) adalah suku bangsa Yabus, salah satu kabilah Arab kuno bersama suku Kan’an. Hal tersebut terjadi sejak 30 abad sebelum masehi. Ketika itu Al-Quds bernama ‘Urussyaleem’ atau ‘Kota Syaliim’. Setelah itu lainnya mulai mendiami Al-Quds dan Palestina secara umum selama berabad-abad, sampai kedatangan Ibrahim a.s. yang hijrah dari tanah airnya Iraq, sebagai orang asing. Ibrahim memasuki Palestina bersama isterinya, Sarah, pada usia 75 tahun sebagaimana yang disebutkan dalam pasal-pasal Perjanjian Lama. Ketika ia mencapai usia 100 tahun, lahirlah Ishaq (Lihat Kejadian: 12). Ibrahim as wafat pada usianya yang ke-175 tahun dan tidak pernah memiliki Tanah Palestina walau hanya sejengkal. Sehingga saat isterinya, Sarah, meninggal, dia harus meminta kepada bangsa Palestina tempat untuk menguburkannya.” (Lihat Kejadian: 23)

Ketika Nabi Ishaq as berusia 60 tahun, lahirlah Nabi Ya’qub as. Nabi Ishaq as meninggal di usia 180 tahun dan tidak memiliki sejengkal pun Tanah Palestina. Salah satu keturunan dari Nabi Ya’qub as adalah Nabi Yusuf as, yang menjadi bendaharawan di Negeri Mesir. Kemudian Nabi Yusuf as memboyong ayahnya (Nabi Ya’qub) dan seluruh kerabatnya menuju ke Mesir dan bermukim di sana. Nabi Ya’qub as pindah ke Mesir dan wafat di sana di usia yang ke 147 tahun. Nabi Ya’qub as berusia 130 tahun ketika memasuki Mesir dan anak cucunya ketika itu berjumlah 70 jiwa (Lihat Kejadian: 46). Ini berarti masa di mana Ibrahim, Ishaq puteranya dan Ya’qub cucunya hidup di Palestina adalah 230 tahun. Mereka di sana sebagai orang asing, pendatang, yang tidak memiliki sejengkal pun Tanah Palestina.


Seiring dengan perjalanan waktu, keturunan Nabi Ya’qub ini diperbudak oleh kaum bangsawan Mesir. Hingga masa Nabi Musa as, maka seluruh suku keturunan Nabi Ya’qub (cikal bakal bangsa Yahudi) dibawa keluar dari negeri Mesir dan melarikan diri dari kejaran Firaun Ramses III. Taurat menyebutkan bahwa masa di mana Bani Israil hidup di Mesir hingga keluar oleh Musa a.s. adalah 430 tahun. Mereka juga orang asing yang tidak memiliki apa-apa. Setelah keluar dari Negeri Mesir, Nabi Musa as membawa kaumnya untuk kembali ke tanah Palestina. Dan pada saat itu, Palestina tidak bisa dimasuki oleh kaum Yahudi karena sudah dikuasai oleh kaum paganis, Nabi Musa as kemudian memerintahkan kaumnya untuk berjihad dan merebut tanah Palestina. Namun keengganan dan ketidakpatuhan Kaum Yahudi terhadap Nabi Musa as inilah yang menyebabkan Kaum Yahudi harus menjadi pengembara di padang gurun Sinai selama 40 tahun lamanya (Lihat QS Al Maidah (5): 20-26). Disebutkan juga dalam Taurat bahwa masa di mana Musa a.s. dan Bani Israil hidup di padang Sinai adalah 40 tahun. Artinya janji Tuhan untuk mereka sudah lewat ketika itu selama 700 tahun dan mereka tidak memiliki apa-apa di Palestina. Maka kenapa Tuhan tidak memenuhi janjinya terhadap mereka?


Musa meninggal dan tidak pernah memiliki tanah sedikit pun di Palestina. Ia hanya memasuki wilayah Selatan Yordan dan meninggal di sana. Sepeninggalnya, yang memasuki Palestina adalah Nabi Yasyu (Joshua) dan meninggal setelah mengalahkan penduduk aslinya. Kemudian Tanah Palestina dibagi-bagikan kepada anak cucu Bani Israel dan mereka idak pernah memiliki raja maupun kerajaan kecuali para hakim yang memerintah selama 200 tahun. Setelah era hakim datanglah masa raja-raja: Saul, Daud, dan Sulaiman. Mereka memerinah selama 100 tahun bahkan kurang. Inilah periode berdirinya kerajaan dan masa kejayaan mereka. Setelah Sulaiman kerajaannya dibagi-bagi antara anak-anaknya: Yahudza di ‘Urussyaliim dan Israel di Syakeem (Nablus). Peperangan antara mereka berdua sangat dahsyat dan tiada henti, hingga datangnya tentara Babylonia di bawah pimpinan Nebukadnezar yang menghancurkan mereka berdua, menghancurkan Haikal Sulaiman dan ‘Urussyaliim, membakar Taurat, dan menawan serta mengasingkan tiap orang yang masih hidup. 50 tahun sesudah penyerbuan oleh ini, Nabi Uzair (Ezra) memimpin 1800 orang Yahudi untuk kembali ke Palestina.


Setelah hancur oleh serbuan tentara Babylonia di bawah Raja Nebukadnezar, Palestina kembali diserbu oleh tentara Romawi yan dipimpin Kaisar Titus pada tahun 70 M. Inilah kali kedua Haikal Sulaiman dihancurkan. Dan penguasa Romawi ini melarang orang Yahudi menginjakkan kakinya di Palestina.


Dr. Syaikh Abdul Mu’iz Abdus Sattar yang memberikan komentar dalam bukunya ‘Telah Tiba Janji Kebenaran, wahai Yahudi’ dengan mengatakan, “Andai dijumlahkan seluruh tahun di mana Bani Israel hidup berperang dan menghancurkan di Palestina, tidak akan bisa menyamai masa yang dilalui Inggris di India, atau pun Belanda di Indonesia. Maka jika masa seperti itu memliki hak sejarah, sudah pasti Inggris dan Belanda akan menuntut hal serupa, seperti Israel” Kenyataanya Belanda telah bercokol di bumi Pertiwi ini selama hampir 350 tahun lamanya dan tanah Indonesia tetaplah milik orang Indonesia, bukan milik penjajah Belanda.


Seandainya kepemilikan tanah bisa disebabkan lamanya waktu tinggal di pengasingan, maka lebih tepat bagi mereka untuk menuntut kepemilkan atas Mesir yang mereka diami selama 430 tahun sebagai pengganti Palestina yang didiami Ibrahim dan anak-anaknya selama 200 tahun atau lebih sedikit dan mulanya hanya dua orang yang memasuki tanah Palestina dan ditinggalkan oleh 70 orang.


Dari sini, jelas sekali bahwa pemilik asli tanah Palestina bukanlah orang Yahudi Israel. Tanah ini jauh sebelumnya adalah milik orang Arab, dan pada masa kekhalifahan Umar bin Khotob, Uskup Copernicus dengan sukarela menyerahkan kunci dan kepemimpinan Palestina (Yerusalem) kepada kaum Muslimin. Itu artinya, persoalan di Palestina juga merupakan persoalan Kaum Muslimin juga. Wallahu a’lam.


Ya Allah saksikanlah, bahwa ini telah saya sampaikan….

(Read More..)

Kamis, 09 April 2009

Story of Dzulqornain Based on Holy Quran

. Kamis, 09 April 2009 .

Story of Dzulqornain Based on Holy Quran – Compared With Story of Alexander The Great (Iskandar Zulkarnain)

Is Alexander The Great truly Dzulqornain?

dr. Monte Selvanus Luigi Kusuma



Pendahuluan

Sejarah adalah hal lampau yang banyak mengandung banyak pelajaran. Seperti kisah Dzulqornain dalam Al Quran yang sarat dengan pelajaran. Kita juga mengenal Alexander the Great –yang oleh sebagian orang- sering disebut Iskandar Zulkarnain. Lantaran mereka berkeyakinan bahwa Dzulqornain adalah Iskandar. Benarkah Dzulqornain yang tersebut dalam Al Quran adalah Alexander the Great (Iskandar Zulkarnain) sebagaimana anggapan orang-orang? Mari kita simak kisah mereka baik yang termaktub dalam Al Quran dan sumber sejarah masa lalu.


Kisah Dzulqornain

Al Quran berkisah:

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya." Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka diapun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka. Berkata Dzulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami."


Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah. dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.


Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku ku tuangkan ke atas besi panas itu." Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."

(QS Al Kahfi (18): 83-98)


Dalam Al Quran dinyatakan dengan tegas bahwa Dzulqarnain adalah umat Muslim, menyembah Allah dan beriman kepada-Nya. Tentang tahun berapa kisah kehidupannya memang belum ada kepastian sejarah yang berhasil mengungkapkannya. Dari Al Quran kita juga mendapatkan gambaran bahwa kisah kehidupan Dzulqornain yang berkelana hingga di wilayah tempat matahari terbenam (…dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam…), dan di tempat itu penduduknya belum beriman kepada Allah. Kemudian Dzulqornain melanjutkan perjalanan hingga di wilayah tempat matahari terbit (di sebelah timur), dan tidak ada pulau lain yang menghalangi (…dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu…).


Syekh Hamdi bin Hamzah Abu Zaid berijtihad : Dzulqornain berjalan menuju tempat matahari terbenam yaitu di perairan wilayah Kepulauan Maladewa, ia melihat matahari terbenam di dalam laut berlumpur hitam. Fakta yang ada adalah matahari seolah tenggelam dalam lautan yang berwarna hitam. Hal ini bisa dilihat dari geografis kepulauan Maladewa yang terbentuk dari lelehan larva gunung berapi yang membeku dan membentuk karang (atol). Atol ini berbentuk cincin dan dari bawah kadang masih keluar gas dan semburan gunung berapi di bawah laut, kejadian ini masih terjadi hingga sekarang. Mungkin inilah yang dilihat oleh Dzulqornain lautan berlumpur hitam. Dan tempat terbenamnya matahari tepat di tengah cincin atol kepulauan tersebut. Sehingga seakan-akan matahari tenggelam dalam lautan berlumpur hitam. Kemudian Dzulqornain meneruskan perjalanan dengan kapal menuju wilayah terbenam matahari yaitu di perairan kepulauan Kirbiti (sebelah timur pulau Irian Indonesia). Di daerah tersebut memang tidak ada pulau-pulau selanjutnya. Sejauh mata memandang ke arah timur hanya akan dijumpai Lautan Teduh (Samudra Pasifik). Dan kepulauan Kirbiti merupakan padang rumput yang luas hampir-hampir tidak dijumpai pegunungan atau perbukitan.


Kemudian Dzulqornain melanjutkan perjalanan hingga di negara antara 2 gunung. Penduduk wilayah tersebut berbicara dengan bahasa yang nyaris tidak dimengerti oleh Dzulqornain. Dan mereka meminta kepada Dzulqornain untuk membuatkan tembok untuk mereka dari mencegah serangan Kaum Ya’juj dan Ma’juj. Dalam Al Quran kita dapati bahwa Kaum Ya’juj dan Ma’juj adalah kaum perusak. Namun dalam Al Quran sendiri tidak merinci keberadaan kaum tersebut, arti nama suku tersebut dan lain-lain. Dari permintaan pembuatan tembok oleh para penduduk tersebut dapat kita simpulkan bahwa kaum yang ditolong oleh Dzulqornain adalah kaum yang masih ‘terbelakang’ teknologinya. Sehingga mereka belum bisa membuat tembok yang kokoh yang dapat melindungi mereka dari gempuran kaum Ya’juj dan Ma’juj. Dan Dzulqornain berhasil membangun tembok beton dengan komposisi tanah liat, besi, juga tembaga. Tembok ini tidak bisa dipanjat maupun dilubangi oleh kaum Ya’juj dan Ma’juj. (…Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku ku tuangkan ke atas besi panas itu." Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya…).


Ada hal menarik dari kata Ya’juj dan Ma’juj. Barangkali dari literatur bahasa Arab tidak akan kita jumpai arti kata Ya’juj dan Ma’juj. Namun begitu kita membuka kamus bahasa Cina Mandarin kita akan mendapati arti kata Ya’juj dan Ma’juj. Ya’juj berarti penduduk benua Asia, dan Ma’juj adalah penduduk benua berkuda. Apakah itu berarti Ya’juj dan Ma’juj merupakan salah satu suku di Asia yang pandai berkuda? Wallahua’lam.

Sekarang yang menjadi perhatian kita adalah, apakah sampai saat ini tembok itu masih nyata adanya? Sebagian ulama berpendapat bahwa tembok itu sekarang ghaib namun masih ada. Terbukti bahwa bangsa Ya’juj dan Ma’juj belum binasa dan masih ada hingga saat ini dan kelak mereka akan menjadi salah satu tanda hari kiamat. Mari kita simak hadits Nabi: “Dinding Ya’juj dan Ma’juj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah Ta’ala: ‘Dan mereka akan turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi.’ (QS Al Anbiyaa (21):96). Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslimin akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, kemudian mereka mengambil binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebagian mereka melewati sebuah sungai maka merekapun meminumnya sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut maka meraka berkata: ‘Dulu di sini pernah ada air.’ Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang di antara mereka: ‘Mereka-mereka penduduk bumi sudah kita habisi, maka yang tertinggal adalah penduduk langit, kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit dan tombak tersebut kembali dengan berlumuran darah yang menunjukkan suatu bala dan fitnah.Maka tatkala mereka sedang asyik berbuat demikian, Allah SWT mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslimin berkata: ‘Apakah ada seorang laki-laki yang mau menjual dirinya untuk kami (berani mati) untuk melihat apa yang sedang dikerjakan musuh kita ini?’ Maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan (menganggap) bahwa ia telah mati, kemudian ia menemui bahwa mereka telah mati dalam keadaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain (berimpitan), maka laki-laki tadi menyeru: ‘Wahai kaum Muslimin, bergembiralah karena sesungguhnya Allah SWT sendiri telah membinasakan musuhmu.’ Maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang rumput kemudian padang rumput itu di[penuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong.


Namun saya cenderung meyakini bahwa tembok Dzulqornain masih berdiri utuh hingga sekarang dan tidak ghaib. Pertanyaan berikutnya di manakah tembok itu berdiri? Dan kaum Ya’juj Ma’juj sekarang berada di mana? Sekali lagi belum ada fakta yang berhasil mengungkap rahasia ini. Saya cenderung sepakat dengan ijtihad Syekh Hamdi bin Hamzah Abu Zaid yang menyatakan bahwa satu-satunya tembok yang kokoh dan bertahan hingga ribuan tahun ini adalah Tembok Besar Cina, dan terbukti bahwa dengan tembok tersebut bangsa Cina telah berhasil menahan serangan dari luar. Dan melihat literatur bahasa Cina yang menyatakan bahwa Ya’juj Ma’juj berarti suku Asia yang pandai berkuda, boleh jadi wilayah yang mendapat pertolongan Dzulqornain adalah Cina Tengah khususnya wilayah Zheng Zhou. Wallahu a’lam.


Kisah Iskandar Zulkarnain (Alexander The Great)

Setelah kita menyimak perjalanan Dzulqornain, marilah kita bandingkan dengan sejarah kehidupan Alexander. Mudah-mudahan dari sedikit perbandingan ini kita bisa mengambil kesimpulan: Apakah Dzulqornain yang termaktub dalam Al Quran adalah Alexander seperti yang diklaim oleh orang-orang pada umumnya.

Alexander adalah seorang pangeran dari kerajaan Macedonia. Dilahirkan di kota Pella, ibu kota Macedonia pada tahun 354 SM. Ayahnya bernama King Philip, di bawah kekuasaan ayahnya Alexander mendapat bimbingan kemiliteran secara ketat. Kemudian untuk pengajaran filsafat, kedokteran dan ilmu alam diserahkan sepenuhnya kepada Aristoteles.


Alexander memulai perangnya yang pertama dengan penyerbuan ke Thracia, pada saat itu ia berusia 16 tahun. Kemudian bersama-sama ayahnya, Alexander melebarkan kekuasaan kerajaan mereka hingga seluruh wilayah Yunani. Melalui pertempuran Cheronea mereka berhasil menaklukkan Athena dan Thebe. Rencana penyerbuan berikutnya adalah negeri Persia. Pada saat itu Persia adalah imperium terbesar dunia dengan jumlah tentara lebih dari 1 juta personil. Namun sebelum King Philip melaksanakan rencananya, ia dibunuh oleh Pausanias. Dengan demikian Alexander diangkat menjadi raja baru di Macedonia pada tahun 336 SM, usianya 18 tahun saat itu. Setahun setelah pengangkatannya menjadi raja, Alexander meluaskan kekuasaannya hingga wilayah Danube, yaitu wilayah utara negeri Macedonia.


Memasuki Persia

Persia, imperium terbesar dunia, diperintah oleh King Darius, dengan jenderal utama Bessus. Persia menguasai kota-kota pelabuhan dan perdagangan penting di wilayah Asia. Saat itu hampir mustahil untuk mengalahkan Persia walaupun seluruh kekuatan Yunani bersatu.


Alexander memasuki wilayah Persia melalui Hellespont yaitu kota Pelabuhan sebelum memasuki wilayah Troya. Alexander membawahi 30.000 prajurit dari Macedonia. Ketika Alexander memasuki wilayah Granicus, ia harus berhadapan dengan pasukan Persia di bawah pimpinan Jenderal Memnon yang membawa 40.000 prajurit. Alexander mencatat prestasi gemilang dalam pertempuran ini, tercatat tidak kurang 20.000 prajurit Persia terbunuh. Kemudian melalui peperangan demi peperangan wilayah Persia yang luas dapat dikuasai oleh Alexander. Namun Persia belum sepenuhnya ditaklukkan Alexander.

Alexander meneruskan invasinya menuju Mesir dan melewati pertempuran Issus, Tyre dan Gaza. Penyebab pertempuran Tyre tidak lain karena penduduk Tyre menolak Alexander yang hendak mengunjungi kuil Apollo. Dalam penyerbuan itu Alexander membantai lebih dari 7000 penduduk dan menjual 30.000 lainnya sebagai budak. Dalam pertempuran Gaza, Alexander berhasil menawan gubernur Gaza. Kemudian Alexander menghukum mati gubernur Gaza dengan cara menyeret gubernur Gaza dengan kuda hingga menemui ajalnyua. Setelah kejadian ini, kota-kota lainnya menyerah dengan cepat. Memphis, ibu kota Mesir menyerah tanpa syarat, dan menjadikan Alexander sebagai salah satu dewa di Mesir.


Dari Mesir, Alexander menyeberangi Efrat dan Tigris dan menuju ibukota Persia, yaitu Babilonia. Tahun 331 SM, Alexander dengan 70.000 pasukannya berhadapan dengan King Darius yang membawa pasukan 1 juta personil infantri, 200 kereta kuda, 40.000 kavaleri, dan 200 pasukan gajah. Dengan pasukannya yang terlatih Alexander berhasil memukul mundur Darius. Darius kehilangan 4000 kavaleri, 300.000 infantri, dan 115 pasukan gajah. Sedangkan Alexander harus kehilangan 20.000 pasukannya.


Tahun 330 SM Alexander secara penuh menguasai Persia. King Darius meninggal dibunuh oleh jenderal utamanya yaitu Bessus. Kemudian Alexander menikahi putri Darius yang bernama Rokkane. Tahun 327 SM, Alexander memulai invasinya menuju India. Inilah peperangan paling sulit yang pernah dihadapi pasukan Alexander. Pasukan Alexander harus berhenti di Sungai Gangga, dan kembali ke barat. Dalam sejarah tercatat Alexander harus kehilangan ¾ pasukannya. Tahun 324 SM, sahabat terbaik Alexander yaitu Hephaiston meninggal. Dan setahun sesudahnya yaitu 323 SM, Alexander menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam usia 33 tahun.


Komparasi Kisah Dzulqornain dangan Alexander The Great (Iskandar Zulkarnain)

Pembanding

Dzulqornain

Alexander

Agama

Islam

Penyembah banyak Dewa (politeisme). Memuja dewa Apollo, dan menganggap dirinya adalah titisan Dewa Zeus.

Kisah hidup

Menempuh perjalanan dari barat ke timur. Yaitu dari tempat terbenam matahari menuju tempat tenggelam matahari. Kemudian menuju daerah di antara 2 gunung.

Menempuh jalan dari Macedonia, Yunani, Persia, Mesir, dan berhenti di India lantaran pasukan India sangat sulit dikalahkan.

Akhlaq (pribadi)

Sesuai akhlak seorang Muslim, yang beriman. Sekalipun dalam Al Quran tidak dijelaskan bahwa Dzulqornain melakukan peperangan, namun dari bantuannya kepada mereka yang lemah yang tertindas menunjukkan ketinggian akhlak mulia Dzulqornain.

Hidupnya penuh ambisi untuk menguasai seluruh dunia ini dalam genggamannya. Alexander tidak mengenal ampun dalam membantai penduduk sipil, pasukan lawan, bahkan terhadap pasukannya sendiri yang berseberangan dengannya. Alexander tidak segan-segan membunuh siapa pun yang menentang keinginannya termasuk bawahannya jika menolak perintahnya. Seperti saat Alexander membunuh Parmenion dan Philotas, padahal kedua jenderal ini adalah orang kepercayaan ayahnya yaitu King Philip.

Kisah pembangunan tembok

Dzulqornain membangun tembok untuk pertahanan dari serangan Ya’juj dan Ma’juj.

Semenjak usia 16 tahun Alexander berada dalam medan perang. Hampir seumur hidupnya Alexander berperang. Dalam sejarah tercatat bahwa Alexander tidak pernah sedikit pun membangun negerinya juga negeri-negeri yang telah ia taklukkan.


Kesimpulan

Setelah kita melihat perbandingan di atas, bisa kita tarik sebuah kesimpulan. Dzulqornain yang termaktub dalam Al Quran, bukanlah Alexander the Great sebagaimana yang selama ini dikisahkan. Wallahu’alam.



Daftar Pustaka

Al Quran

Alexander The Great: Ancient Greece, National Geographic vol. 197, 2000.

Alexander, Oliver Stone, Internedia Film, Warner Bros Pictures, 2004.

Encarta Encyclopedia. 2005

Hamdi bin Hamzah Abu Zaid, Syekh. 2004. Fakk ‘Asrar Dzi Al Qornain wa Ya’juj wa Ma’juj, Almahira Press, Riyadh.

Warry, John. 1991. Alexander 334 BC-325 BC: Conquest of the Persian Empire, Osprey Publishing, Great Britain.

www. wikipedia.com (June 2005)

www.macedonia.com (June 2005)

(Read More..)

Kamis, 02 April 2009

Mengabaikan Al Quran

. Kamis, 02 April 2009 .


Mengabaikan Al Quran



“Berkatalah Rasul : “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang diabaikan.” ( QS Al Furqon (25): 30)


Saudaraku, kita terpisah waktu yang jauh dengan Nabi Muhammad saw. Kini kita sudah berada di tahun 1429 Hijriyah, itu artinya kita terpaut sekitar 1500 tahun lamanya dengan saat wahyu pertama turun kepada Beliau saw. Pada saat Beliau saw diutus menjadi Rasul di muka bumi ini, keimanan para sahabat sungguh luar biasa. Ada sahabat yang sepanjang hidupnya hanya beribadah terus –walaupun kemudian Rasulullah mengingatkan bahwasanya tubuh juga memiliki hak demikian juga dengan keluarga- ada yang bisa mengkhatamkan Al Quran dalam 3 hari, dan lain-lain. Rasulullah sendiri menganjurkan membaca Al Quran maksimal 3 juzz sehari. Demikianlah para sahabat yang menjadi murid-murid Rasulullah dalam menanamkan ibadah secara keras dalam kehidupan mereka sehari-hari. Tidak heran jika kemudian banyak di antara mereka yang menjadi da’i penerus Rasulullah sepeninggal Beliau. Mereka digambarkan laksana singa di siang hari dan bagaikan rahib di malam hari. Mereka meluangkan waktu, dan meninggalkan tidur mereka untuk berjumpa dengan Allah SWT.


Saudaraku, jika para sahabat demikian keras membina diri mereka dalam melaksanakan segala perintah Allah tanpa banyak bertanya dan bicara. Apa mungkin para sahabat berani mengabaikan Al Quran? Jawabnya tentu tidak. Karena Al Quran bagi mereka benar-benar suatu panduan mereka dan pegangan untuk meniti hidup. Kalau begitu siapa yang dikeluhkan oleh Rasulullah? Seakan-akan Beliau saw melihat kita yang hidup beratus-ratus tahun sesudahnya, seakan-akan Beliau tahu bahwa kita umatnya, kaum Muslimin mengacuhkan Al Quran. Bagaimana kita tidak mengacuhkan Al Quran, membaca Al Quran saja kita jarang. Apalagi disertai memahami maknanya. Apalagi sampai menjalankan perintah dalam Al Quran secara paripurna (kaffah). Ya kitalah ternyata yang memang mengacuhkan kitab suci kita sendiri. Pernahkah kita berpikir, sudah berapa lama telah kita miliki kitab Al Quran dan berapa lembar yang telah kita baca kemudian kita hayati atau kita hapalkan. Tidak usah jauh-jauh, sudah berapa juzz yang kita hapal dari Al Quran? Jangankan berapa juzz, kadang hanya untuk menghapalkan juzz ‘ama (juzz 30) saja kita belum tentu hapal. Padahal jika kita mau menghapal dan mengambil pelajaran dari Al Quran, Allah sendiri telah menjanjikan kemudahan bagi kita. Mari kita simak “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS Al Qomar (54):17).


Saudaraku, apa kiranya nanti yang akan kita sampaikan kepada Allah jika kita ditanya tentang umur kita? Umur kita digunakan untuk apa? Apakah kita akan berani mengatakan, “Wahai Tuhan kami, kami adalah pewaris Al Quran, dan kami gunakan umur kami untuk mempelajari Al Quran dan menjalankan perintah di dalamnya.” Rasa-rasanya kita belum pantas jika disebut pewaris Al Quran, dan rasa-rasanya kita belum bisa dikatakan melaksanakan perintah Al Quran. Isi Al Quran saja kita tidak paham.


Saudaraku, hendaklah masing-masing dari kita ingat apa yang sudah kita persiapkan untuk menjemput ajal. Sekali lagi mari kita simak Al Quran kita yang suci:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Hasyir (59):18).


Ingatlah, jika kita memang senantiasa berusaha mempelajari Al Quran, tentu Allah SWT tidak akan pernah menyia-nyiakan usaha kita. Allah akan mengumpulkan Al Quran di dalam hati kita, sehingga akhlaq Al Quran akan tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari. “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. ” (QS Al Qiyamah (75):16-17).


Saudaraku mudah-mudahan, kita bukan termasuk golongan orang-orang yang tidak mengabaikan Al Quran. Dan sebagai konsekuensinya, tentu kita harus membaca, mempelajari dan mengamalkan. Jangan sia-siakan waktu kita untuk hal-hal remeh, jika waktu senggang, bacalah Al Quran. Insya Allah, hati kita akan diterangi Nur Allah.


Wahai Allah, saksikanlah bahwa ini telah hamba sampaikan..


www.meditasimendoan.co.cc

---

(Read More..)

Rabu, 18 Februari 2009

KISAH TERBELAHNYA BULAN

. Rabu, 18 Februari 2009 .

KISAH TERBELAHNYA BULAN


"Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus." Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya (Al Qomar (54): 1-3)

Saudaraku, suatu ketika orang-orang Quraisy meminta bukti kenabian Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw mengarahkan jarinya ke bulan dan mengirisnya. Ajaib tiba-tiba bulan pun terbelah dengan izin Allah SWT. Namun lagi-lagi kaum Quraisy mendustakan mukjizat ini sambil mengatakan, “Sungguh ini adalah sihir.” Demikianlah keingkaran mereka tidak pernah surut walaupun Rasulullah sudah memenuhi permintaan mereka.

Saudaraku, mungkin kita yang di jaman modern ini juga kadang bertanya-tanya. Apakah terbelahnya bulan ini nyata atau hanya sekedar ilusi. Saudaraku, tahukah bahwa ada seseorang di Amerika yang masuk Islam karena ayat ini. Pada saat ia mulai mempelajari agama-agama di dunia, ia memasuki ayat-ayat Al Quran. Sampai di ayat-ayat suci ini, ia mendesah dan berkata, “Bagaimana mungkin aku bisa menerima agama yang penuh dusta ini. Bagaimana mungkin bulan bisa terbelah.” Lalu ia campakkan ayat-ayat Allah ini ke kasurnya. Selang beberapa hari ketika ia sedang menyaksikan televisi tentang perdebatan pendaratan pesawat di bulan, saat itu NASA dengan bangga mengumumkan bahwa pihaknya telah menemukan bahwa bulan pernah mengalami pembelahan satu kali ratusan tahun yang lalu dan secara tiba-tiba bulan menutup kembali. Hal itu mereka buktikan dengan kontur tanah dan geografis di bulan yang menunjukkan ke arah itu.

Orang ini tersentak dan berdiri dari duduknya mendengar ungkapan para ahli dari NASA. “Muhammad benar,” pikirnya. Buru-buru ia pulang ke rumah dan mencari kembali ayat-ayat penuh keagungan yang sempat ia campakkan. Setelah itu ia menyatakan keislamannya.

Saudaraku, mungkin kita telah berulang-ulang membaca ayat-ayat ini, namun barangkali kita satu di antara berjuta yang membaca namun tidak mengetahui maknanya. Saudaraku sudahkah kita membaca ayat-ayat Allah yang agung kemudian mengimaninya?

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Al Fath (48): 5)


Ya Allah, saksikanlah bahwa ini telah hamba sampaikan.

(Read More..)

Selasa, 17 Februari 2009

Tips Pelaksanaan Ibadah Haji

. Selasa, 17 Februari 2009 .

TIPS PELAKSANAAN IBADAH HAJI
(labaikallohumma labaik...)



Tips Bugar Saat Ibadah

  • Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali)
  • Kurangi kegiatan yang tak perlu
  • Istirahat dan tidur cukup
  • Makan bergizi dan teratur
  • Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air


Tips hindari sakit Batuk

  • Bawa pakaian hangat
  • Gunakan penghangat leher
  • Bawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air
  • Jangan minum dingin

Tips hindari Influenza

  • Imunisasi
  • Jaga kebersihan
  • Istirahat cukup
  • Makan buah dan sayur
  • Pakai masker

Tip menahan dingin

  • Siapkan pakaian hangat di tas tentengan
  • Pakai baju hanoman
  • Pakai krim pelembab
  • Sering minum
  • Banyak makan buah

Tips barang bawaan

  • Alas kaki
  • Kantung kain untuk menyimpan alas kali, payung, dsb
  • Kantung kain untuk membawa batu kerikil saat lempar jumrah
  • Semprotan air
  • Kaca mata hitam pakai tali pengikat di leher
  • Masker
  • Handuk kecil
  • "Topi Joshua"
  • Tas ransel
  • Peniti
  • Alat tulis
  • Buku
  • Tustel
  • Krim pelembab

Tips Membawa Barang

  • Barang bawaan maksimal 35 kg
  • Barang yang dipakai di perjalanan masukkan ke tas tentengan
  • Jangan membawa barang-barang yang terlarang
  • Ikat koper dengan rapi
  • Tandai koper dengan tanda tertentu

Awas copet

Kawasan sekitar Masjidil Haram, ada tiga titik rawan yang harus diwaspadai para jamaah karena rawan kecopetan:

  • Daerah sekitar pelataran masjid
  • Seputaran Ka'bah dan
  • Tempat Tahalul (Marwah).

Tips Saat Tawaf Qudum

Saat Tawaf qudum (selamat datang) dilakukan tak lama setelah jamaah tiba di Makkah. Karena masih lelah setelah perjalanan, dan banyak jamaah yang belum mengenali lokasi akibatnya banyak yang tersesat, maka usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah.

Tips Agar tak Tersesat

  • Hafalkan lokasi pondokan
  • Catat nomor telepon dan atau alamat pondokan dan dibawa saat meninggalkan pondokan
  • Berangkat dengan rombongan
  • Bila terpisah dari rombongan, ikut rombongan jamaah RI lainnya
  • Cari petugas haji
  • Bawa tanda pengenal
  • Jamaah yang yang berusia lanjut (lansia) lebih baik didampingi oleh yang lebih muda.

Tips masuk masjid agar tak tersesat

  • Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat
  • Ingat nomor atau nama pintu masuk, kenali seperlunya
  • Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya, dan bisa dibawa saat sholat.
  • Sebelum masuk masjid buat janji di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
  • Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.
  • Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
  • Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.

Tips Mencium Hajar Aswad

  • Ambil waktu yang kondisi sekitar ka'bah tidak terlalu padat
  • Pastikan fisik kuat
  • Jangan bawa barang berharga
  • Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat
  • Jangan gunakan joki
  • Tidak lama-lama
  • Hindari menyakiti sesama jamaah


Tips Tawaf dan Sai`

  • Hafalkan do'a-do'a singkat, jangan disibukkan dengan catatan
  • Berangkat dalam rombongan
  • Makan sebelum berangkat
  • Buat kelompok kecil
  • Sepakati lokasi pertemuan
  • Hindari waktu padat
  • Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat

Tips Menyimpan Uang

  • Tukarkan dengan uang pecahan
  • Jangan letakkan uang di satu tempat
  • Jangan buka dompet di tempat umum
  • Titipkan di safety box jika banyak
  • Ke masjid bawa uang secukupnya

Tips di Pondokan

  • Mandi 2-3 jam sebelum waktu shalat
  • Jangan naik lift sendiri
  • Simpan barang di tempat aman
  • Matikan peralatan listrik jika pergi
  • Matikan peralatan masak jika pergi
  • Kenali lokasi pondokan dari jarak jauh maupun dekat
  • Buat denah pondokan

Kebugaran saat ibadah haji

  • Makan makanan yang mengandung gizi seimbang, banyak serat dan tak banyak mengandung lemak.
  • Istirahat yang cukup. Para calon haji, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jamaah haji jatuh sakit.
  • Olahraga ringan setiap pagi

Tip Shalat di Masjid Nabawi

  • Gunakan pakaian hangat ketika berangkat
  • Datang setelah pukul 03.00 (pk 03.00 masjid baru dibuka)
  • Hindari shalat di pelataran masjid
  • Ingat nomor rak sandal


Tips nyaman beribadah

  • Jangan tergantung pembimbing
  • Mantapkan tata cara berhaji
  • Hafalkan doa-doa
  • Buat kelompok kecil

Sumber : www.republika.co.id

(Read More..)
 
pkugombong.tk is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com