Tampilkan postingan dengan label INFO SEHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO SEHAT. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Mei 2009

. Sabtu, 09 Mei 2009 .

MENGENAL FLU BABI

Mengenal "Flu Babi": Tingkat Penyebaran & Tindakan Preventifnya
Diterjemahkan dari bahasa Mexico oleh : Noprizal Erhan, Anggota Group Circulation Of QI for Health facebook.

Akhir-akhir ini media massa sering menayangkan penyakit global baru yang disebut dengan Flu Babi, insya Allah pada pemaparan langsung dari Mexico akan mengobati rasa penasaran kita terhadap penyakit tersebut.

Apakah Flu Babi itu?
Flu babi adalah penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus yang sangat menular, ada tiga jenis virus (A, B, C) yang dapat mengubah (change), dan ada beberapa subtipe. Dan yg terpenting diketahui adalah karena ia mampu menyerang semua usia, dan lokasi dalam mutasi-mutasi virus yg sering menyebabkan komplikasi serius dan bahkan kematian pada banyak orang, sering terjadi pada anak-anak dan orang tua.

Apakah flu itu sama dg flu biasa yg disebabkan udara dingin?
Tidak, walaupun keduanya adalah pernafasan akut dan gejala penyakit yang umum, maka mahluk yg kecil yang menyebabkan flu babi berbeda dengan flu biasa (common cold-influenza) .

Bagaimana cara kerja flu bisa menular?
Dari orang ke orang melalui secretions (proses pengeluaran) dari mulut dan hidung (batuk, bersin, berbicara, bernyanyi) atau kontak langsung (tangan, walau tidak terkena lendir/ludah pasien. Sangat contagious/menular (3-7 hari setelah gejala awal) dan risiko yang lebih tinggi jika terjadi di ruang tertutup (kamar, nurseries/ruang perawatan, sekolah, perawatan di rumah, ruang darurat, dll). Dapat menjadi epidemi/pandemi ke seluruh dunia dalam waktu 3 sampai 6 bulan.

Bagaimana mengenali gejala orang terkena flu babi?

* Demam lebih dari 38 ° C.
* Sering batuk dan intens.
* Sakit kepala.
* Kurang nafsu makan.
* Hidung tersumbat/sengau
* Lain-lain rasa tidak enak.

Bagaimana mendiagnosa "flu babi"?
Kita perlu belajar bagaimana seorang dokter melakukan pemeriksaan klinis secara rinci mengenai latar belakang dan pemeriksaan terhadap pasien-pasien lain, kontak pasien dg orang lain dan perjalanan pasien (kemana saja?). Diagnosis terhadap virus dengan mengidentifikasi secretions/pengelua ran dari hidung atau pangkal tenggorokan (virus isolasi) selama 24-72 jam pertama inisiasi penyakit, atau melalui pengecekan darah untuk mengidentifikasi zat antibodi-nya.

Apakah "flu babi" bisa berkomplikasi (dengan penyakit lain)?
Ya, gambaran tentang flu babi nampak tidak terkenali (sebelumnya) dan tidak terkait dengan penyakit lainnya namun dapat menghasilkan komplikasi, terutama pernafasan (otitis, sinusitis, rhinitis, radang paru-paru, Bronchopneumonia, merintangi radang tenggorokan) , jantung atau bahkan kematian, sering terpantau menjadi penularan yg meluas atau epidemik. Sangatlah penting untuk memantau anak-anak jika menerima pengobatan aspirin (mungkin encephalitis) .

Adakah peluang mengobati penyakit flu babi?
Flu babi disebabkan oleh virus, dan belum ada obat yg manjur utk menuntaskannya, tetapi ada obat yang berfungsi utk mengurangi/memperla mbat laju kegawatan penyakit, memperpendek dan mengurangi gejala-gejala jika masih terpantau dalam waktu 48 jam pertama rasa sakit. Penggunaan obat-obatan adalah sangat sensitif, hanya dokter dapat menentukan apakah pasien harus dirawat sebab mereka juga tidak bebas menjalani kontak dg manusia lain (yg tidak terinfeksi virus).

Bagaimana saya dapat mencegah flu babi?
Ada vaksin sebagai cara terbaik untuk mencegah flu jenis ini, maka setiap tahunnya telah disiapkan dengan mempertimbangkan jenis virus yang beredar di dunia, tetapi tidak (terlalu) baik bagi orang-orang yang alergi terhadap protein telur, sebuah pengalaman serius mengenai reaksi terhadap vaksin pernah dialami pada peristiwa "Guillain-Barre syndrome" (enam bulan setelah vaksinasi).

PANDUAN KEPADA MASYARAKAT UMUM:

* Hindari kontak dengan orang-orang yang memiliki infeksi pernafasan flu babi.
* Jangan menyapa atau mencium tangannya.
* Jangan berbagi makanan, penggunaan cangkir, piring, atau peralatan makan lainnya.
* Berikan kebebasan sinar matahari memasuki ruang dalam rumah, kantor, dan ruang-ruang tertutup lainnya (utk membakar virus).
* Jaga ruang dapur, kamar mandi, handle pintu, railings/pagar tangga, mainan anak-anak, telepon atau artikel-artikel/ majalah yg digunakan tetap dalam keadaan BERSIH.
* Jika terjadi demam mendadak, batuk-batuk, sakit kepala, sakit pada otot dan sendi, segera periksakan diri ke dokter atau unit kesehatan yg ada.
* Hangatkan badan dan hindari perubahan suhu mendadak (yg menyebabkan ketidakseimbangan tubuh sehingga menjadi flu).
* Makan buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin A dan C (wortel, pepaya, jambu biji, jeruk kepruk, jeruk, lemon dan nanas).
* Seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air.
* Hindari berkecimpung dalam lingkungan yg terkontaminasi virus tsb.
* Tidak merokok di tempat tertutup atau di dekat anak-anak, orang tua atau pasien.
* Ke dokter segera jika menemui/mengalami gejala-gejala.


Apa langkah-langkah yang direkomendasikan untuk mereka yang menderita flu babi?

* Tinggallah di rumah, menghindari berpergian ke pusat-pusat kerja, sekolah atau tempat di mana terdapat konsentrasi banyak orang (teater, bioskop, bar, bis, metro, klub malam, pesta, dll). Ini akan mencegah menjangkiti orang lain dari diri Anda.
* Tutup mulut dan hidung dengan tisu/saputangan ketika berbicara, batuk, dan bersin. Ini akan mencegah orang-orang di sekitar anda menjadi sakit.
* Hindari menyentuh mata, mulut dan hidung orang lain utk menghindari virus menyebar
* Flu dapat dicegah melalui penerapan vaksin yang disiapkan sesuai dengan jenis virus yang beredar di dunia), harus mendapatkan divaksinasi setiap tahun.
* Hindari debu, asap bergerak dan zat lainnya yang dapat mengganggu pernafasan dan membuat anak-anak lebih rentan terhadap penyakit.
* Gunakan cubrebocas, buang tisu hasil bersin ke kantong plastik dan bersinlah di ujung ruangan (jauh dari orang lain).
* Jika setelah 24 jam tanpa gejala, Anda dapat bekerja normal kembali.


Terakhir Diperbaharui:
Jumat 24 Apr 2009 pada 13:15 oleh Sweet Buenrostro (staf Departemen Kesehatan Mexico).

Diterjemahkan oleh Noprizal Erhan pada 28 April 2009 dari sebuah situs berbahasa Spanyol (Kantor Pusat Departemen Kesehatan Mexico), klik disini: Secretaría de Salud Edificio Sede

(Read More..)

Rabu, 22 April 2009

SARI KURMA: ANTARA SYIAR ISLAM DAN KESEHATAN

. Rabu, 22 April 2009 .

SARI KURMA: ANTARA SYIAR ISLAM DAN KESEHATAN




Ketika Maryam tengah menahan rasa kesakitan saat akan melahirkan putranya Nabi Isa, Allah SWT memerintahkannya untuk menggoyangkan pohon kurma sehingga buahnya jatuh, dan ia kemudian memakan buahnya.

“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS Surat Maryam: 25)

Setelah memakan buah kurma, Maryam melahirkan anaknya dengan lancar, tanpa mengalami kesulitan.

Bila dimakan oleh anak-anak, maka kurma memberi khasiat untk mencerdaskan otak mereka. Cukup beralasan, bila Rasullah s.a.w menganjurkan bagi para isteri yang mengandung untuk makan buah kurma. Kata Nabi, "Berilah makan buah kurma kepda isteri-isteri kamu yang sedang hamil, karena isteri-isteri kamu yang sedang hamil. Karena sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. Sesungguhnya makanan Siti Maryam takkala melahirkan Nabi Isa a.s adalah buah kurma. Sekiranya, Allah s.w.t., menjadikan suatu buah yang lebih baik dari pada buah kurma, maka Allah telah memberi makan buah itu kepada Siti Maryam." (H.R. Bukhari)


Dengan merujuk pada kisah tersebut, kurma kemudian banyak dikonsumsi sebagai makanan terbaik dan obat mujarab untuk ibu yang akan melahirkan. Berabad-abad kemudian, dari berbagai penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa kurma selain memudahkan proses kelahiran juga berkhasiat memperkuat liver, memperlancar buang air, menambah libido, dan menyegarkan tenggorokan. Buah ini juga mengandung banyak zat besi dan meningkatkan trombosit darah, sehingga sangat bermanfaat bagi penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD).


Manfaat

Dr. H. Mulyadi mengatakan, di dalam Al Qur`an dan Sunnah Rasul disebutkan, buah kurma adalah makanan yang sangat baik dan menjadi andalan sejak zaman para Nabi. “Di dalam Al-Qur`an buah kurma disebut sebanyak 24 kali antara lain, dalam surat Maryam ayat 25-26,” kata Mulyadi.

Sebuah penelitian menyatakan buah kurma basah memiliki pengaruh dapat mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya, yakni kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi, sehingga memudahkan ibu hamil saat melahirkan. Dr. Muhammad An-Nasimi mengatakan, hikmah dari ayat 25-26 surat Maryam adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya zat gula, untuk membantu kontraksi otot-otot rahim ketika akan melahirkan bayi. Kandungan gula dan vitamin B1 yang banyak terkandung dalam buah kurma, sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistole.


Buah kurma matang sangat kaya dengan unsur Kalsium dan besi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil dan yang akan melahirkan, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Maryam Al-Adzra (perawan) untuk memakannya ketika sedang nifas (setelah melahirkan). Kadar besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma matang sangat mencukupi dan penting sekali dalam proses pembentukan air susu ibu. Kadar zat besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma dapat menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan Kalsium merpuakan dua unsur efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Alasannya , dua unsur ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang sumsum.


Peneliti lain dokter Jabbar An-Nuaimi dan dokter AI-Amir Abbas Ja`far mengatakan, buah kurma mengandung zat pengikat pada rahim yang dapat membantu mencegah pendarahan pada saat melahirkan. Kurma basah mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kalahiran. Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui. Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi asam, seperti Kalsium dan Potasium. Buah kurma adalah makanan terbaik untuk menetralisasi zat asam yang ada pada perut karena meninggalkan sisa yang mampu menetralisasi asam setelah dikunyah dan dicerna yang timbul akibat mengkonsumsi protein seperti ikan dan telur. Buah kurma juga mengandung vitamin A yang baik dimana ia dapat memelihara kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta menenangkan sel-sel saraf.


Menurut ahli gizi IPB, Dr Hardinsyah MS, Direktur Klinik Konsultasi Gizi dan Klub Diet IPB ini mengatakan bahwa kurma mengandung zat gizi yang nyaris lengkap dengan komposisi yang seimbang, meskipun dalam jumlah yang serba sedikit.


Sedangkan, AI-lmam lbnul Qoyyim AI-Jauziyyah Rohimahulloh mengatakan, buah kurma berkhasiat memperkuat liver, memperlancar buang air, menambah libido, dan menyegarkan tenggorokan.


Kandungan Kurma

Kandungan nutrisi kurma tergantung dari varietas kurma dan kandungan airnya. Umumnya mengandung zat-zat berikut Gula (campuran glukosa, sukrosa, dan fruktosa), protein, lemak, serat, vitamin A, B1, B2, B3, potasium, kalsium, besi, klorin, tembaga, magnesium, sulfur, fosfor, dan beberapa enzim.


Pembuatan Jus Kurma untuk Penderita Demam Berdarah

Untuk yang telah positif DBD, ambil 500 gram kurma, buang bijinya lalu diblender dicampur dengan 5 gelas air sampai lembut. Minumkan pada penderita setiap jam, satu gelas sampai habis. Dan kini telah hadir Sari Kurma dalam bentuk botol 360 ml, sehingga memudahkan penderita yang ingin mengkonsumsi Kurma dalam bentuk jus. Adapun aturan minumnya adalah 3 x 2 sendok makan setiap hari bagi orang dewasa, dalam kondisi akut bisa diminumkan hingga 6 x 2 sendok.


Dengan demikian keutamaan bagi kesehatan dari buah kurma memang sudah tidak diragukan lagi, terlebih lagi kurma adalah buah padang pasir yang identik dengan agama Islam. Maka wajarlah jika kemudian kurma menjadi syiar pula untuk mendakwahkan Al Quran.

Bagi yang menginginkan Sari Kurma, bisa menghubungi:

Pondok Restu Bunda

Jl. Karang Bolong No. 10 Gombong Kebumen Jawa Tengah

Telp. (0287) 471487

Contact person Ibnu Abdurahman 087837876360

Harga net per botol Rp. 30.000



Download file

Sumber :

1. antara news

2. Dr. Muhammad Kamal Abdul Aziz dalam kitabnya Al-Ath’imah Al-Qur’aniyyah. Dicantumkan oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H

3. http://untoro.wordpress.com/2007/04/03/kurma/

(Read More..)

Jumat, 13 Maret 2009

Konsumsi Lima Antioksida Eksogen

. Jumat, 13 Maret 2009 .

Konsumsi Lima Antioksida Eksogen

Antioksidan bisa dihasilkan oleh tubuh, tetapi juga dapat ditambahkan dari luar tubuh melalui makanan dan food supplement (makanan tambahan).

Antioksidan yang dipro duksi di dalam tubuh disebut antioksidan endogen, berupa tiga enzim, yaitu superoksida dismutase, glutation peroksidase, dan katalase. Ketiganya bertugas menetralkan radikal bebas. Tugas tersebut dibantu oleh antioksidan dari luar, lazim disebut antioksidan eksogen, yang berasal dari bahan makanan. Mereka terdiri atas vitamin C, vitamin E, betakaroten, zinc, dan selenium.

Selenium (Se) misalnya dapat diperoleh dari bawang putih, beras merah, beras putih, udang, tuna, lobster, telur, ayam, biji gandum, jagung, dan sereal. Enzim selenium bekerja menetralkan peroksida lain, seperti peroksida lemak yang dapat menjadi faktor buruk bagi tubuh karena menimbulkan penyakit degeneratif.

Zinc sebagai antioksidan berperan dalam struktur dan fungsi enzim di dalam tubuh. Bahan makanan yang kaya akan zinc antara lain kepiting, hati sapi, daging sapi, sereal, lobster, ayam, kadang, susu, dan telur.

Agar antioksidan dapat menghancurkan semua jenis radikal bebas secara efektif, menurut Slaga dan Keuneke, peran antioksidan eksogen sangat strategis. Awalnya vitamin E akan menangkap radikal bebas. Sayangnya vitamin E kemudian berubah menjadi vitamin E radikal, sehingga perlu pertolongan vitamin C.

Malang pula, setelah menangkap vitamin E radikal, si vitamin C juga turut menjadi vitamin C radikal. Di sinilah glutation diperlukan untuk menetralkan vitamin C radikal menjadi senyawa yang lebih jinak, dan tidak ikut menjadi radikal.

Vitamin C dapat kita peroleh dari buah-buahan seperti jambu biji, stroberi, pepaya, brokoli, jeruk, mangga, bayam, daun singkong, dan tomat. Sementara vitamin E banyak terkandung dalam apel, pisang, asparagus, bayam, kacang polong, dan sayuran hijau lainnya, selain minyak bunga matahari, margarin, gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, telur, dan susu. Adapun betakaroten bisa kita dapatkan dari wortel, brokoli, kentang, papaya, dan tomat.

Mengingat sumber antioksidan sedemikian beragam, penting bagi kita untuk setiap hari juga mengonsumsi sumber makanan yang beragam pula. Dalam keadaan sakit atau terpapar banyak asap dan polusi lainnya, kita membutuhkan lebih banyak asupan antioksidan. Jika dari makanan harian tidak dapat mencukupi, tambahkan suplemen antioksidan.

Harus Sesuai Kebutuhan

Mengonsumsi multivitamin dan mineral dalam dosis tinggi hasilnya adalah kontraproduktif. Karena itu, para pakar mengingatkan agar kita mengonsumsi suplemen sesuai kebutuhan.

Untuk vitamin E misalnya, tidak dianjurkan konsumsi melebihi 400 IU sehari. Kebutuhan vitamin C tiap hari dalam kondisi normal adalah sekitar 75 mg-90 mg per hari. Untuk kita yang tinggal di kota besar yang tingkat polusinya sangat buruk seperti Jakarta bisa mengonsumsi sampai 500 mg.

Sebuah penelitian epidemiologi menunjukkan, asupan vitamin E lebih dari 400 IU sehari justru meningkatkan risiko kematian. Dalam kondisi normal, kita sebetulnya hanya membutuhkan sekitar 8-15 IU per hari. Kita dapat meningkatkan dosis harian antara lain jika hidup diliputi polusi, stres, makanan tidak mencukupi kebutuhan gizi harian, sakit, dan kelelahan tinggi.

Akan halnya zinc, kebutuhan pria lebih banyak daripada wanita. Kebutuhan rata-rata harian pria maupun wanita dewasa sekitar 8 mg-15 mg per hari.

Untuk betakaroten, kebutuhan per hari sekitar 2,5 mg-3 mg, dapat ditingkatkan sampai 6 mg saat sakit kronis. Jika memakai ukuran international unit (IU), konsumsi dapat ditingkatkan sampai 5.000 IU untuk meng atasi kondisi yang buruk.

Bagaimanapun, makan dengan pedoman gizi seimbang wajib kita lakukan setiap hari. Sebab, hanya dengan cara itulah kita dapat menyingkirkan radikal bebas secara optimal.

Sebagai gambaran, glutation yang merupakan antioksidan endogen, eksistensinya di dalam tubuh sangat tergantung asupan zat-zat makanan, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Jika sehari-hari kita tidak cukup mengonsumsi makanan yang sehat sesuai pedoman gizi seimbang, glutation tidak dapat eksis.

Padahal, tanpa glutation, proses penyeimbangan radikal bebas di dalam tubuh tidak akan tercapai.

Sumber: Senior

(Read More..)

Waspadai Penyakit di Musim Hujan

.

Waspadai Penyakit di Musim Hujan

Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan Surabaya mengimbau agar masyarakat mewaspadai datangnya penyakit musiman, Demam Berdarah Dengue (DBD) dan diare. Hal ini seiring dengan mulai masuknya musim hujan November dan Desember mendatang.

"Saat musim hujan, sebaiknya masyarakat pro aktif mewaspadai datangnya penyakit DB. Biasanya pada awal-awal pergantian musim, akan ada lonjakan pasien DB," kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Esti Martiana saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (24/10/2008).

Esti menyarankan, agar masyarakat menjaga kebersihan dan terus menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk. Pemberantasan sarang nyamuk akan berhasil dengan bantuan dan kesadaran masyarakat.

"Upaya pemberantasan sarang nyamuk jangan hanya di dalam rumah, tapi di luar rumah juga harus diperhatikan. Kami ingatkan supaya masyarakat melakukan gerakan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) untuk memberantas sarang nyamuk," tambahnya.

Selain rajin menjaga kebersihan, warga sebaiknya menjaga vitalitas tubuh dengan mengonsumsi makakan bergizi. Berbagai penyakit sering kali muncul di musim hujan karena terjadi perubahan cuaca dan kondisi lingkungan.

"Masyarakat akan aman dari serangan penyakit-penyakit kalau daya tahan tubuh kuat. Untuk itu, masyarakat diimbau mengonsumsi makakan yang bergizi dan bersih, serta istirahat cukup. Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun di air mengalir sebelum dan sesudah beraktivitas," tegasnya.

Sumber: detikcom

(Read More..)

Minuman Keras Rusak Daya Ingat

.

Minuman Keras Rusak Daya Ingat

Sebagian pria memiliki kebiasaan yang buruk yang sulit sekali dihilangkan. Kebiasaan itu seperti meminum kopi, merokok, dan yang paling membahayakan adalah meminum minuman keras.

Kini, kaum perempuan pun sudah mulai melakukan kebiasaan buruk tersebut, hanya untuk mendapatkan sensasi atau menghilangkan stres.

Tahukah Anda bahwa meminum minuman keras dapat merusak memori dalam otak?

Seperti dikutip dari Femalefirst, Minggu (10/8/2008), kesehatan sangatlah penting bagi setiap manusia. Kebiasaan buruk meminum minuman keras dapat memberikan pengaruh yang buruk bagi aktivitas seseorang. Terlebih pada saat ini banyak anak muda yang menyia-siakan hidupnya dengan meminum minuman yang dapat memabukkan itu.

Menurut penelitian yang telah dilakukan, usia 17-19 tahun adalah masa-masa di mana otak masih berkembang dengan pesat. Anak muda yang mengonsumsi minuman keras cenderung memiliki risiko kesehatan yang tinggi. Selain menghambat perkembangan memori, minuman keras bisa merusak fungsi sel-sel otak.

Sumber: Okezone

(Read More..)

Cacar Air Bisakah Berulang?

.

Cacar Air
Bisakah Berulang?




Cacar air biasanya mengenai seseorang hanya sekali seumur hidup. Namun, sejumlah orang mengaku mengalaminya bisa dua hingga tiga kali. Mengapa orang bisa terkena cacar berulang kali?

Cacar air merupakan penyakit infeksi yang sangat menular, yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. "Dan kebanyakan memang hanya terjadi sekali," kata Dr. Antonius Arya dari Klinik Imunisasi Dewasa, RS Internasional Bintaro, Jakarta.

Nah, bila cacar itu terjadi lagi pada orang yang pernah terkena, tuturnya, kemungkinan besar itu merupakan herpes zoster. Herpes ini sangat berbeda dengan herpes kelamin yang merupakan golongan penyakit menular seksual.

Lemas dan demam

Cacar air berjangkit melalui batuk dan bersin serta sentuhan langsung dengan cairan dalam lepuh cacar air. Di kalangan anak sehat, penyakit ini biasanya tidak parah dan berlangsung singkat. Kondisi pasien bisa menjadi parah bila disertai terjadinya infeksi bakteri pada kulit yang mengakibatkan bekas luka, radang paru-paru, atau radang otak.

Ditambahkan Dr. Antonius, penyakit ini merupakan penyakit kulit yang cepat menular. Timbulnya tiba-tiba dan paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa terkena. Dan bila orang dewasa yang menderita cacar air, umumnya gejalanya lebih parah.

Penyakit ini timbul pada penderita yang daya tahan tubuhnya menurun. Pada penderita yang memiliki daya tahan tubuh bagus, gejala yang ditimbulkan hanya ringan dan berlangsung singkat dibandingkan dengan penderita yang daya tahan tubuhnya lemah.

Penyakit cacar air yang dikenal dengan varisela biasanya ditandai oleh keluhan tubuh mendadak lemas, tak mau makan, demam, dan gatal-gatal. Virus Varicella ditularkan melalui percikan ludah penderita, bisa juga melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit penderita atau secara tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan lepuh penderita.

Masa inkubasinya, dinyatakan alumnus FK Universitas Sebelas Maret, Surakarta ini, antara 10 hingga 21 hari. Pada anak-anak, jarang dijumpai stadium sebelum kelainan kulit muncul (prodromal). Sementara pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, sering didahului stadium prodromal berupa gejala tubuh lemas, demam, malas makan.

Karena gejala-gejala tersebut mirip dengan gejala banyak penyakit lain seperti flu atau campak, banyak orang terkecoh. Setelah muncul erupsi atau kelainan pada kulit, yang merupakan gejala khas cacar air, barulah ketahuan dengan jelas penyakitnya.

Jangan digaruk

Setelah masa inkubasi, diikuti timbulnya ruam berbintik merah yang berubah menjadi lepuh dalam beberapa jam. Bentuk lepuhannya khas, yaitu seperti tetesan embun (teardrops). Lepuhan ini rata, tidak ada lekukan di tengah (unumbilicated vesicle). Kalau ada lekukan di tengah lepuhan, biasanya bukan cacar air.

"Jika terlihat ada lepuhan, dan mulainya dari bagian tengah badan ke samping, didahului oleh gejala lemas, demam, disertai nafsu makan menurun, dokter sudah memikirkan kemungkinan Anda terkena cacar air," ujarnya. Apalagi jika sekitar dua minggu sebelumnya ada kontak dengan penderita cacar air.

Ruam tadi dapat mengenai kulit dan mukosa, yaitu bisa di badan, muka, dan bagian tubuh yang lain. Bila lepuhan digaruk, akan pecah dan terbuka, dan mudah kemasukan bakteri. Jika mandi dengan air yang tak bersih misalnya, akan terjadi infeksi sekunder karena bakteri.

Jika infeksi ini terjadi, berarti penyakit virus cacar air akan ditambah dengan penyakit bakteri kulit. Penyembuhannya pun tidak lagi primer dan biasanya akan mengakibatkan terbentuknya jaringan ikat (scar) yang akan meninggalkan bekas.

Dosis ketinggalan

Penularan cacar air, seperti dituturkan Dr. M. Yulia Anggraini dari Klinik Bina Insani, Jakarta Selatan, sudah dimulai sebelum timbulnya kelainan kulit, yaitu pada masa inkubasi (24 jam sebelum erupsi). Ketika mendekati masa sembuh pun, masih berisiko untuk menular.

Menurut penelitian, sekitar 12 hari setelah sembuh, penderita baru "aman". Namun, agar lebih aman, sebaiknya tiga minggu setelah sembuh, penderita jangan melakukan kontak dengan orang lain.

Komplikasi penyakit ini pada anak-anak umumnya jarang timbul. Namun, pada orang dewasa dapat menimbulkan terjadinya radang otak (ensefalitis), paru-paru (pneumonia), ginjal (glomerulonefritis), jantung (karditis), hati (hepatitis), bahkan kematian, jika daya tahan tubuh penderita sangat buruk.

Tak ada terapi spesifik untuk cacar air. Bila demam, dapat diberikan obat penurun panas. Untuk mengurangi rasa gatal dapat diberikan bedak yang ditambah dengan zat antigatal (mengandung mentol, kamfora). Selain mengurangi rasa gatal, bedak ini berguna mencegah pecahnya lepuhan lebih dini. Jika timbul infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika.

Setiap orang bisa terkena cacar air, baik mereka yang sudah maupun belum divaksinasi. Sekitar 75 persen anggota masyarakat menderita infeksi cacar air sebelum usia 12 tahun. Orang yang pernah menderita cacar air dianggap kebal dan tidak memerlukan vaksin.

Program Imunisasi Nasional, lanjut Dr. Yulia, memberikan imunisasi secara gratis bagi bayi usia 18 bulan yang belum pernah menderita infeksi cacar air dan dosis ketinggalan untuk remaja kelas 1 SMP, yang belum pernah menderita cacar air dan divaksinasi sebelumnya. Jika di rumah ada anggota keluarga yang belum pernah terjangkit, dewasa maupun anak-anak, usahakan tidak berkontak langsung dengan pasien cacar air.

Langkah yang efektif adalah mendapat vaksinasi cacar air.

Beda Cacar Air dan Cacar Api

Menurut Dr. M. Yulia Anggraini dari Klinik Bina Insani, Jakarta Selatan, istilah kedokteran untuk cacar air adalah varisela. Sementara itu, cacar monyet atau cacar api adalah penyakit kulit lain yang disebut impetigo. Impetigo terdiri atas dua jenis, yakni impetigo krustosa (pada beberapa daerah) yang biasa disebut cacar madu, dan impetigo krustosa atau cacar api (cacar monyet).

Meskipun sama-sama disebut cacar, kedua penyakit ini (cacar madu dan cacar api) tidak sama dengan cacar air. Sebab, seperti dinyatakan Dr. Yulia, cacar air disebabkan virus, sedangkan cacar api adalah bakteri Staphylococcus. Virus dan bakteri adalah dua jenis sumber penyakit yang berbeda. Karena itu, penanganan yang diperlukan berbeda pula.

Cacar madu merupakan kelainan yang terjadi di sekitar lubang hidung dan mulut. Cirinya adalah kemerahan di kulit dan lepuh yang cepat memecab, sehingga meninggalkan keropeng (kulit mati) yang tebal dan berwarna kuning, seperti madu. Bila keropeng dilepaskan, terlihat luka lecet di bawahnya.

Bandingkan dengan cacar api yang sering muncul di ketiak, dada, dan punggung. Cirinya adalah muncul warna kemerahan di kulit dan gelembung-gelembung (mirip kulit yang tersulut bara api rokok). Kemiripan inilah yang mungkin membuatnya disebut cacar api.

"Gelembung di kulit ini berisi nanah yang mudah pecah. Cacar api sangat mudah menular dan berpindah dari satu bagian kulit ke bagian lain. Jika terjadi pada bayi baru lahir, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Penyakit ini dapat disertai demam dan menimbulkan infeksi serius," papar Dr. Yulia.

Karena penyebabnya berbeda, pengobatan kedua jenis cacar tersebut di atas juga berbeda. Meski demikian, ada pula kesamaan di antara keduanya, yakni menimbulkan bekas kalau sampai pecah. Jenis cacar air lebih berat bekasnya.

Nah, bila telah ditemukan penyebabnya, terapinya bisa relatif mudah. "Mengingat cacar api penyebabnya adalah bakteri, tinggal diberi antibiotik yang paten. Mudah-mudahan pasien segera sembuh. Yang perlu diperhatikan adalah menjaga self hygiene atau kebersihan diri yang baik, agar tidak terjangkit penyakit ini," ujarnya.

Cacar (Tanpa Air) Paling Ganas

Beda cacar air, beda pula cacar tanpa air. Dijelaskan oleh Dr. Yulia Anggraini, cacar yang tidak pakai air ini bahasa medisnya adalah smallpox atau variola.

Beberapa abad lalu virus yang diperkirakan berasal dari India atau Mesir ini mewabah dan membunuh banyak orang. Karena banyak bayi yang meninggal akibat serangan virus ini, tumbuh tradisi yang pantang memberi nama bayi yang baru lahir. Jika si bayi dapat bertahan dari variola, barulah ia akan diberi nama.

Smallpox ini tidak pandang bulu, menjangkiti kalangan mana pun. Tercatat penyakit ini telah membunuh Ratu Mary II dari Inggris, Raja Luis I dari Spanyol, Kaisar Joseph I dari Austria, Ratu Ulrika Elenora dari Swedia, Raja Louis XV dari Prancis, dan Tsar Peter II dari Rusia.

Para ahli kesehatan menyatakan bahwa keganasan virus variola melebihi gabungan berbagai penyakit infeksi lainnya. Virus ini sangat mudah menyebar dari orang ke orang. Gejala terjangkitnya smallpox mirip gejala flu, termasuk demam tinggi, keletihan, sakit kepala, dan sakit punggung, diikuti munculnya ruam di kulit.

Tidak ada pengobatan spesifik untuk penyakit ini, dan hanya imunisasi di seluruh dunia yang mampu menghentikan penyebaran smallpox, yang dilakukan pada tiga dekade lalu. Mungkin karena dinilai telah berhasil membungkam cacar ganas ini, pada tahun 1972 pemerintah Amerika Serikat menghentikan vaksinasi rutin.

Catatan tentang cacar (variola):

1. Penyebabnya adalah virus Poxvirus (beda dengan varisela dan zoster).
2. Hampir mirip cacar tetapi vesikelnya jauh lebih banyak. Isi vesikelnya tidak hanya cairan, tetapi nanah dan darah.
3. Terkadang perdarahan begitu banyak. Virusnya dapat mengganggu sistem hematopoetik, sehingga menyebabkan kematian.
4. Dunia menyatakan bebas cacar (variola) tahun 1980. WHO menyatakan kasus terakhir ditemukan di Somalia tahun 1977.
5. Hanya ada dua pusat laboratorium riset di Amerika yang menyimpan virus ini. Masih diperdebatkan apakah akan dimusnahkan atau tidak.
6. Para ahli khawatir virus ini bisa disalahgunakan dan dijadikan senjata biologis untuk menyebarkan penyakit. Ada tuduhan bahwa Irak memiliki virus Variola ini.

Apa Sih Cacar Ular?

Suatu ketika di Klinik Bina Insani, Jakarta Selatan, seorang pasien bertanya, "Dokter, saya seperti mengalami cacar air beberapa tahun lalu, ada ruam-ruam di bagian dada, punggung, mata, dahi, dan hanya di satu sisi tubuh." Menurut Dr. M. Yulia Anggraini yang berpraktik di klinik itu, gejala yang dialami pasien itu patut dicurigai sebagai penyakit herpes zoster.

Penyakit yang populer dengan sebutan dampa, dompo, atau cacar ular ini biasa menyerang orang dewasa/lanjut usia, merupakan sekuel dari penyakit varisela. Ketika seseorang sembuh dari varisela, kalau sial, ada sedikit virus yang berdiam di ganglion saraf. Bila keadaan penderita lemah, kelelahan, atau pada penderita AIDS, si virus yang tadinya diam saja muncul dan menimbulkan herpes zooster. Sangat jarang zooster muncul tanpa didahului varisela.

Gejala herpes zoster, menurut Dr. Yulia, berupa gelembung berkelompok, hanya pada suatu segmen tubuh atau sebelah badan. Rasanya sakit, perih, panas. Pada cacar air, pasien hanya merasa gatal. Virus hidup dalam jaringan saraf belakang. Lokasi kelainan pada kulit sesuai dengan daerah persarafan jaringan tersebut.

Gejala herpes zooster dimulai dengan sakit parah pada bagian dada, punggung, atau di mata dan dahi. Kerap terjadi hanya pada satu sisi tubuh.

Sehari atau dua hari kemudian, herpes muncul pada daerah kulit yang dihubungkan dengan radang saraf. Gejala umumnya adalah panas, pusing, dan tidak ada nafsu makan. Sering juga terasa nyeri di otot dan tulang, kemudian timbul ruam di kulit berwarna kemerahan. Dalam waktu singkat berubah bentol-bentol yang berisi cairan jernih (vesikel). Vesikel ini biasanya berkelompok, berbeda tingkat kematangan isi cairannya. Ada yang jernih, keruh, berisi nanah, bahkan ada yang berisi seperti darah.

Lain dengan herpes kelamin, herpes zooster sama sekali tidak ditularkan akibat kontak hubungan kelamin. Penularannya melalui udara, ludah, atau dari kontak langsung dengan kulit yang sakit.

Patut diwaspadai nyeri yang timbul sesudah serangan herpes. Biasanya berlangsung selama beberapa bulan, kadang sampai beberapa tahun. Semakin tua usia penderita herpes zooster, makin tinggi pula risiko terkena serangan nyeri.

Berbahaya kalau herpes zooster muncul di wajah dan gelembungnya kena mata. Karena itu, herpes perlu penanganan harus tuntas. "Tidak benar kalau merasa sudah sembuh lalu menghentikan obat," ujar Dr. Yulia.

Obat antibiotika tidak dianjurkan. Salah satu obat adalah golongan asiklovir, dengan dosis 5 kali 800 mg selama 7-10 hari.

Tertular Cacar Ketika Hamil

Santi yang sedang hamil delapan bulan tertular penyakit cacar air dari kedua anaknya yang masih balita. Ia merasa cemas virus cacar itu akan membahayakan janinnya. Untunglah menurut dokter tubuhnya sudah imun karena ketika belia pernah terkena cacar. "Tetapi, saya tetap rutin berkonsultasi dengan dokter supaya kondisi janin terus terpantau dengan baik," ujar perempuan yang tinggal di Bandung ini.

Menurut situs CDC (Centers for Disease Control and Prevention), pada ibu hamil yang tidak imun, terutama di empat bulan pertama kehamilan, penyakit cacar dapat membuat janin berisiko terkena kelairan bawaan yang disebut sindroma varisela. Kondisi ini ditandai oleh adanya kelainan bawaan, bisa berupa:

- luka-luka parut di kulit,
- cacat pada anggota badan,
- ukuran kepala kecil,
- gangguan pendengaran atau penglihatan,
- perkembangan mental atau motorik tidak normal.

Ibu hamil yang terkena cacar dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ultrasound secara rinci setidaknya pada usia kehamilan 18-20 minggu, guna melihat ada-tidaknya tanda-tanda kelainan bawaan gangguan lain. Ada kalanya diperlukan konsultasi dengan ahli genetik untuk membicarakan risiko yang akan timbul dan keputusan apa yang sebaiknya diambil.

Jika sakit cacat terjadi pada kehamilan tua dan lebih dari lima hari sebelum melahirkan, kemungkinan kondisi bayi akan baik-baik saja. Ini karena lima hari setelah terinfeksi virus cacar, tubuh si ibu membangun antibodi terhadap virus dan bayi mendapatkan antibodi tersebut lewat plasenta.

Apabila ibu terkena cacar 5-21 hari sebelum bayi lahir, ada kemungkinan si bayi terkena cacar beberapa hari setelah lahir. Namun, karena sudah ada antibodi, kondisinya tidak parah.

Akan lebih membahayakan jika penyakit cacar itu dialami ibu hamil antara lima hari sebelum melahirkan dan dua hari setelah melahirkan. Si kecil berisiko terpapar virus dan bisa menjadi serius karena tidak sempat mendapat kiriman antibodi dari sang ibu.

Pada kasus ini, 30-40 persen berisiko mengalami varisela neonatal yang mungkin memerlukan penanganan jangka panjang, bahkan sepanjang hidup. Keparahan ini bisa dikurangi dengan suntikan varicella zoster immune globulin (VZIG) segera setelah lahir.

Agar Penderita Lebih Nyaman

Serangan penyakit cacar, meski sifatnya ringan, tetap bisa membuat pasien terganggu dan merasa tidak nyaman. Demam bercampur rasa gatal dan ketidaknyamanan lain membuat pasien, terutama anak-anak, bisa merengek semalaman.

"Cucu saya juga lagi kena cacar air tuh, rewel terus jadinya. Saya sampai nggak bisa tidur, ikut jagain dia," cerita Tatty yang tinggal di kawasan Sarua, Tangerang ini.

Untuk meringankan gangguan tersebut, orangtua bisa melakukan kiat-kiat berikut:

- Beri kompres dingin yang telah dibubuhi obat antigatal setiap 3-4 jam pada beberapa hari pertama. Mandi air hangat yang telah diberi obat antigatal setiap hari juga diperbolehkan. Mandi tidak membuat cacar menyebar.
- Keringkan tubuh dengan cara menekan-nekannya dengan handuk, bukan menggosoknya.
- Beri lotion atau bedak antigatal pada area yang gatal, tetapi tidak untuk muka, terutama di dekat mata.
- Ganti baju setiap hari.
- Cacar yang tumbuh di mulut membuat penderita sulit makan. Pilih makanan yang dingin, lembut, atau sudah diblender. Hindari makanan asam seperti jus jeruk atau asin karena bisa membuat luka di mulut makin perih.
- Tanyakan kepala dokter tentang krim pereda nyeri untuk dioleskan pada luka di daerah genital jika cacar juga muncul di area intim tersebut.
- Hindari pemberian aspirin karena berkaitan dengan sindroma Reye, yang bisa mengarah pada gangguan lever.
- Potong kukunya agar tidak menggaruk ruam di kulit untuk menghindari timbulnya infeksi. Mungkin perlu memakai kaus tangan.
- Pisahkan dari orang sehat agar mereka tidak tertular.

Pilih Vaksin atau Imun Karena Cacar?

Tak sedikit orangtua yang ragu terhadap vaksinasi cacar karena anak yang sudah diimunisasi tetap berisiko terkena cacar air. Sementara bila anak pernah terkena cacar, di tubuhnya akan terbangun antibodi terhadap virus tersebut. Jadi, lebih baik mendapat kekebalan dari vaksinasi atau dari infeksi virus varicella itu sendiri?

Dr. Antonius Arya menjawab dengan tegas, "Vaksinasi!" Vaksinasi memberikan perlindungan penuh terhadap cacar air pada 8-9 dari 10 orang. Pada orang yang tetap mengalami cacar air setelah vaksinasi, cacar air yang dialami sangat ringan, dengan jumlah ruam di bawah 50, demam ringan atau tanpa demam. Sakit cacar juga hanya berlangsung beberapa hari. Bandingkan dengan 500 ruam (lepuh) yang bisa dialami pasien cacar karena belum divaksinasi.

Pada anak yang telah divaksin, cacar yang terjadi bersifat ringan hingga sedang. Jika anak belum divaksin, infeksi cacar berisiko menimbulkan komplikasi berupa pneumonia berat, kejang atau infeksi otak (ensefalitis), bahkan bisa fatal.

Vaksinasi sebaiknya diberikan kepada:

1. Anak usia 12-18 bulan yang belum terkena cacar air harus mendapatkan satu dosis vaksinasi.
2. Anak usia 19 bulan hingga 13 tahun yang belum terinfeksi cacar air harus mendapatkan satu dosis vaksinasi.
3. Orang dewasa yang belum mengalami cacar air dan bekerja atau tinggal di lingkungan yang rentan penularan cacar air, seperti di sekolah, panti penitipan anak, rumah sakit, asrama, penjara, atau barak militer.
4. Wanita usia produktif yang belum pernah terkena cacar air dan tidak sedang hamil.
5. Orang dewasa dan remaja yang belum terkena cacar air dan tinggal dengan anak-anak.
6. Orang yang hendak bepergian ke luar negeri dan belum mengalami cacar air.

Sumber: Senior

(Read More..)

Toilet Penyebar Infeksi

.

Toilet Penyebar Infeksi

Kehidupan modern di kota besar saat ini juga berdampak pada kesehatan organ reproduksi wanita. Hal itu bisa dimulai dari toilet. Kok, bisa?

Infeksi organ kewanitaan tak pandang usia. Perempuan usia muda juga bisa mengalami infeksi tersebut. Sebut saja infeksi jamur Candidiasis vagina ataupun infeksi kuman Coccus, kata Dr. H.M. Natsir Nugroho, Sp.OG, Mkes.

Kejadian infeksi tersebut kian banyak dialami kaum Hawa, terlebih ketika pusat perbelanjaan atau mal mulai menjamur. Di satu sisi, mal memberi kesenangan bagi kaum wanita. Di sisi lain, menjamurnya mal juga membuat organ intim wanita ikut terkena jamur. Jamur yang dimaksud, tentu saja terkait dengan organ wanita.

Biang keroknya adalah toilet. Dr. Natsir mengamati bahwa toilet menjadi salah satu tempat penyebaran infeksi organ pribadi perempuan. Walau fasilitas toilet yang disediakan oleh pihak pengelola mal terlihat bersih, tak selamanya bebas dari penyebaran penyakit.

Bayangkan, sudah berapa banyak orang yang duduk di kloset toilet itu? Segala kemungkinan bisa terjadi. Tak semua pengguna toilet bebas dari penyakit organ kewanitaan. Kalau pengguna toilet tergolong resik, ya, bagus. Bagaimana kalau sebaliknya?

Tidak cuci tangan

"Kebanyakan toilet di mal saat ini adalah toilet kering, sehingga seusai berkemih, vagina dibersihkan menggunakan tisu," papar Dr. Natsir.

Padahal, tisu yang ada di toilet tersebut belum tentu bersih. Ini karena menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Islam Pondok Kopi, Jakarta ini, tisu toilet bisa menjadi tempat sumber infeksi bersemayam.

Belum lagi perilaku sebelum dan seusai berkemih masih jelek di kalangan para perempuan. Contohnya, perilaku cuci tangan. Masih banyak wanita yang tidak mencuci tangan sebelum maupun setelah berkemih. Toh, mereka menganggap bahwa tangan mereka tidak menyentuh organ genital. Dengan kata lain, masih banyak wanita yang menganggap kebersihan tangan tidak masuk dalam aspek higienitas organ wanita.

Selain tisu yang ada di toilet, dudukan toilet plus kebiasaan cuci tangan yang masih minim itu bisa menjadi sumber penyebaran infeksi.

Karena itu, Dr. Natsir lantas menyarankan kaum perempuan yang akan menggunakan toilet umum agar mencuci tangannya sebelum dan sesudah ke toilet. Selain itu, dudukan toilet hendaknya disemprot dengan pembersih antiseptik atau dilap terlebih dulu.

Jika akan menggunakan tisu yang sudah ada di toilet, buang dulu tisu yang terletak di bagian paling luar gulungan, baru gunakan tisu yang berada lebih dalam. "Kalau bisa, ambil bagian tengah tisu atau lebih baik bawa tisu sendiri dari rumah," ujarnya.

Jangan malu

Mereka yang mengalami infeksi jamur Candida ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih seperti susu. Vagina juga terasa gatal. Sementara itu, bila terinfeksi kuman coccus, keputihan biasanya berbau amis. "Semuanya terkait dengan higienitas wanita tersebut," tambah dokter yang juga menjadi Ketua Majelis Kesehatan Masyarakat Muhammadiyah ini.

Sayangnya, pada mereka yang belum menikah maupun belum berhubungan seksual, ada perasaan khawatir bila harus memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Mereka takut dianggap sebagaiperempuan yang "tidak benar".

Hal seperti ini mestinya tidak perlu terjadi. Perempuan tak perlu merasa khawatir dengan masalah tersebut. "Anak usia sekolah pun ada yang sudah memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan," ucap Dr. Natsir.

Hal ini terkait dengan infeksi jamur Candida saat mereka berenang. Kata Dr. Natsir, selain saat berenang, penggunaan kamar mandi atau handuk secara bergantian di antara anak usia sekolah juga bisa menjadi media penyebaran infeksi.

Bahkan, anak kecil yang suka bermain di sembarang tempat juga bisa berisiko mengalami keputihan akibat infeksi karena berbagai kuman penyakit dapat menyusup lewat luang anus ke vagina. Gejalanya pun tak beda jauh dengan keputihan pada orang dewasa.

Dengan begitu, ditegaskan Dr. Natsir, tidak ada istilah malu ke dokter bila mengalami masalah pada organ kewanitaannya. Jangan sampai masalah yang muncul malah merembet ke mana-mana dan berujung pada ketidakmampuan untuk menghasilkarr keturunan.

Chlamydia contohnya, karena tidak menimbulkan gejala yang khas, saat didiamkan infeksinya bisa menjalar ke saluran telur. Jika tidak diobati dan infeksinya berlangsung terus, akan memengaruhi kesuburan.

Bisa mandul

Tak hanya infeksi yang dikaitkan dengan Chlamydia saja. Keputihan tidak normal lain yang tidak diobati secara tuntas, seperti diutarakan Dr. T. Otamar Samsudin, Sp.OG, dari Kemang Medical Care, infeksinya bisa merembet ke rongga rahim, lalu ke saluran telur, indung telur, dan akhirnya ke dalam rongga panggul. Karena itu, tak jarang wanita yang menderita keputihan selama bertahun-tahun bisa menjadi mandul.

Keluarnya cairan dari vagina adalah normal. Terutama bila cairan yang keluar berwarna jernih atau bening dan tidak terbau. Cairan normal ini umumnya muncul menjelang masa menstruasi, 12-14 hari setelah menstruasi, dalam keadaan terangsang, maupun scat stres. Saat hamil, cairan berwarna bening ini pun dapat muncul.

Dikatakan tidak normal bila cairan yang muncul sudah tidak lagi berwarna bening, bahkan kemudian dibarengi bau tak sedap atau amis. infeksi oleh parasit Trichomonas vaginalis misalnya, dapat menyebabkan cairan keputihan yang keluar sangat kental, berbuih, berwarna kuning, atau kehijauan dengan bau anyir.

Selain ditularkan melalui hubungan kelamin, infeksi parasit ini dapat disebabkan oleh pemakaian tampon atau spiral. Dengan demikian, menjaga kebersihan atau higienitas organ reproduksi sangat penting artinya.

Sebaiknya edukasi pentingnya higienitas organ kewanitaan diberikan sejak dini. Agar sedari dini pula anak menerapkan kebersihan pada organ pribadinya.
Sumber: Senior

(Read More..)
 
pkugombong.tk is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com