Senin, 16 Februari 2009

GIGITAN ULAR (SNAKE BITE)

. Senin, 16 Februari 2009 .

GIGITAN ULAR (SNAKE BITE)

dr. Monte Selvanus Luigi Kusuma

www.pkugombong.tk


Definisi

Korban gigitan ular adalah pasien yang digigit ular atau diduga digigit ular.

Patofisiologi

Bisa ular mengandung toksin dan enzim yang berasal dari air liur. Bisa tersebut bersifat:

1. Neurotoksin: berakibat pada saraf perifer atau sentral. Berakibat fatal karena paralise otot-otot lurik. Manifestasi klinis: kelumpuhan otot pernafasan, kardiovaskuler yang terganggu, derajat kesadaran menurun sampai dengan koma.

2. Haemotoksin: bersifat hemolitik dengan zat antara fosfolipase dan enzim lainnya atau menyebabkan koagulasi dengan mengaktifkan protrombin. Perdarahan itu sendiri sebagai akibat lisisnya sel darah merah karena toksin. Manifestasi klinis: luka bekas gigitan yang terus berdarah, haematom pada tiap suntikan IM, hematuria, hemoptisis, hematemesis, gagal ginjal.

3. Myotoksin: mengakibatkan rhabdomiolisis yang sering berhubungan dengan mhaemotoksin. Myoglobulinuria yang menyebabkan kerusakan ginjal dan hiperkalemia akibat kerusakan sel-sel otot.

4. Kardiotoksin: merusak serat-serat otot jantung yang menimbulkan kerusakan otot jantung.

5. Cytotoksin: dengan melepaskan histamin dan zat vasoaktifamin lainnya berakibat terganggunya kardiovaskuler.

6. Cytolitik: zat ini yang aktif menyebabkan peradangan dan nekrose di jaringan pada tempat patukan

7. Enzim-enzim: termasuk hyaluronidase sebagai zat aktif pada penyebaran bisa.

Polivalent Anti Bisa Ular Dapat Digunakan Pada Gigitan:

1. Cobra

2. Ancistrodon (ular tanah)

3. Bungarus fasciatus (ular weling)

4. Bungarus candidus (ular weling)

Cobra termasuk jenis neurotoksik yang hebat, sedangkan Ancistrodon termasuk haemolisis yang hebat. Untuk yang lainnya termasuk jenis campuran.

Derajat Gigitan Ular (Parrish)

1. Derajat 0

- Tidak ada gejala sistemik setelah 12 jam

- Pembengkakan minimal, diameter 1 cm

2. Derajat I

- Bekas gigitan 2 taring

- Bengkak dengan diameter 1 – 5 cm

- Tidak ada tanda-tanda sistemik sampai 12 jam

3. Derajat II

- Sama dengan derajat I

- Petechie, echimosis

- Nyeri hebat dalam 12 jam

4. Derajat III

- Sama dengan derajat I dan II

- Syok dan distres nafas / petechie, echimosis seluruh tubuh

5. Derajat IV

- Sangat cepat memburuk

Penanganan Korban Gigitan Ular

1. Prinsip-prinsip

a. Menghalangi penyerapan dan penyebaran bisa ular

b. Menetralkan bisa

c. Mengobati komplikasi

2. Pertolongan yang diberikan:

a. Incisi luka pada 1 jam pertama setelah digigit akan mengurangi toksin 50%

b. IVFD RD 16 – 20 tpm.

c. Penisillin Prokain (PP) 1 juta unit pagi dan sore

d. ATS profilaksis 1500 iu

e. ABU 2 flacon dalam NaCl diberikan per drip dalam waktu 30 – 40 menit

f. Heparin 20.000 unit per 24 jam

g. Monitor diathese hemorhagi setelah 2 jam, bila tidak membaik, tambah 2 flacon ABU lagi. ABU maksimal diberikan 300 cc (1 flacon = 10 cc)

h. Bila ada tanda-tanda laryngospasme, bronchospasme, urtikaria atau hipotensi berikan adrenalin 0,5 mg IM, hidrokortisone 100 mg IV

i. Kalau perlu dilakukan hemodialise

j. Bila diathese hemorhagi membaik, transfusi komponen.

k. Observasi pasien minimal 1 x 24 jam

Catatan: jika terjadi anafilaktik syok karena ABU, ABU harus dimasukkan secara cepat sambil diberi adrenalin.

Pemberian ABU

Derajat (Parrish)

Pemberian ABU

0-1

Tidak perlu

2

5 sd 20 cc (1 – 2 ampul)

3-4

40 sd 100 cc (4 – 10 ampul)

Pemeriksaan Laboratorium

Hb, AL, AE, Ct/Bt, Golongan darah, Elektrolit darah, pemeriksaan fungsi ginjal


5 komentar:

Anonim mengatakan...

Yth, TS Dr. Monte,
Terimakasih atas sharing informasinya, kalau boleh tahu, referensinya darimana ya tentang penatalaksanaan tersebut.
Rgds.

resha mengatakan...

cara melepas saat dililit ular piton dan sejenisnya?

dokter monte mengatakan...

WS.Kami mendapatkan referensi tersebut dari berbagai protap dari PPGD yang diselenggarakan di RSUD Dr. Moewardi, RSUD Prof. Dr. Margono dan dari Penatalaksanaan Gawat Darurat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Kemudian untuk pertanyaan berikutnya terus terang itu adalah persoalan yang sangat teknis dan akan saya jawab sebaik mungkin. Selama bisa kita menghindar belitan ular piton (sanca), maka hindarilah. Namun apabila sudah terlanjur dibelit maka lakukanlah usaha yang bisa mengendurkan belitan ular tersebut. Perlu diingat bahwa ular piton termasuk jenis ular yang tidak berbisa, dan ia akan memangsa korbannya setelah korbannya lemas dan kehabisan nafas pada saat dibelit olehnya. Baru2 ini ada seorang laki-laki yang trbelit ular piton, maka tindakan yang ia lakukan adalah dengan menggigit balik ular tersebut di bagian ekornya. Kemudian ular piton tersebut mengendur dan ia bisa melarikan diri. Kira-kira begitu jawaban dari saya, mohon maaf apabila belum memuaskan.
Wass

dr.MSLK

Ahmad M mengatakan...

Salam.. mohon ikut urun rembug..
Ekor piton merupakan "alat pengunci" ketika si piton membelit. ketika ujung ekor piton telah nyantol erat, maka akan lebih sulit melepas belitan. Dengan memegang dan mengendalikan ujung ekor, maka kita akan dapat mencegah belitan piton menjadi lebih erat, lama kelamaan kit bisa melepas. jika sebelum terjadi belitan kita telah berhasil memegang ujung ekor tersebut, maka kita akan bisa mencegah belitan.
Terima kasih.
dr. Alim
RSKB ANNUR, Pusat pelayanan bedah dan urologi
Yogyakarta

made mengatakan...

waah menarik sekali saya baru tahu tentang cara melepas belitan ular piton... apalagi dengan cara menggigit balik ekornya hehehe... gigitan manusia memang lebih berbisa hehhe
mohon infonya dok, untuk antibiotik saat ini yang masuk dalam protap apakah masih PP ataukah ceftriakson? berapa dosis yang harus kita berikan. apa cukup 1gr ceftriakson singgle dose bila lukanya derajat 0-1?
terima kasih atas jawabannya dok.
salam kenal

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Assalamu'alaikum, silakan tinggalkan pesan Anda untuk kami:

 
pkugombong.tk is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com